Home > Artikel Islami > Nasib Web 2.0 di Indonesia

Nasib Web 2.0 di Indonesia

August 14, 2008

Inovasi dalam dunia web semakin marak. Teknologi Web 2.0 yang mulai dikembangkan sekitar tahun 2004 kini mulai marak dibicarakan. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan tentunya AJAX.
Menurut pakar teknologi informasi dan Ketua Masyarakat Telematika Indonesia, Maswigrantoro dalam workshop tahunan HP (Pioneering the Future with HP), web 2.0 ini merupakan perpindahan dari website statis menjadi website yang kolaboratif.

Bila melihat ke belakang, dahulu pembuat web menjadi resource informasi yang ada. Saat ini Web 2.0 lebih mengarah kepada interaksi, sehingga orang tidak hanya menjadi pembaca yang pasif. Dengan kata lain, pengguna Internet dan penyelenggara Internet bisa berinteraksi dan menjadi bagian dari teknologi. Selain itu, web 2.0 lebih mengarah pada semangat, konsep, dan prinsip dibandingkan dengan definisi.

Sementara itu, web 2.0 sendiri memiliki karakter. Pertama, human characteristics yang terdiri atas collective intelligence (bagaimana bisa mengatur pekerjaan bersama) dan user yang menjadi produser. Kedua, karakteristik fungsional dengan RSS (Real Simple Syndication) yang memudahkan pengguna Internet agar tidak melakukan sesuatu berulang-ulang. Ketiga, karakteristik teknis, yaitu thin clients, light programming, dan mash-up. Karakteristik ini juga membuat web 2.0 menjadi suatu platform.

Dengan melihat karakteristik yang ada, tentunya tidak semua web dapat dikategorikan sebagai web 2.0. Dengan demikian, kriteria web 2.0 adalah konten yang bisa dibagi atau dikolaborasikan. Dengan kriteria ini, konten bisa berasal dari pengunjung, dan tidak hanya bergantung dari penyelenggara web. Selain itu, dengan kriteria ini, jaringan sosial bisa terbentuk dan berbagai macam konten dapat diisi. Kriteria kedua, dalam web 2.0 diperlukan interaksi antara developer, investor, advertiser, dan pengunjung.

Interaksi antara empat hal inilah yang menjadi kunci sukses web 2.0.
Selain itu, web 2.0 diaplikasikan sebagai bentuk penyajian halaman web yang bersifat sebagai program desktop pada umumnya seperti Windows. Fungsi-fungsi pada penerapannya sudah bersifat seperti desktop, seperti drag and drop, auto-complete, dll. Aplikasi web 2.0 disajikan secara penuh dalam suatu web browser tanpa membutuhkan teknologi perangkat yang canggih dari sisi user.

Lantas, bagaimana tren web 2.0 ke depan? Jawabannya, web 2.0 ke depan akan memasuki ranah perangkat digital. Hal ini beralasan mengingat perangkat digital sendiri telah menjadi benda massal dan mengalami perkembangan yang dinamis. Dengan demikian, masalah security web 2.0 ini akan sangat bergantung pada back-end-nya.

Web 2.0 di Indonesia

Masalah web 2.0 di Indonesia saat ini sudah mulai booming. Di berbagai forum di Indonesia sudah ada sounding web 2.0. Dengan kata lain, web 2.0 sudah mulai dikenal di Indonesia. Hal ini memberikan inspirasi bagi demokrasi 2.0 di Indonesia yang menjadi hal di balik kemunculan web 2.0 di Indonesia.

Selain itu, web 2.0 di Indonesia juga mengundang partisipasi. Sebagian besar partisipan web 2.0 di Indonesia berusia 15-45 tahun. Namun, hal yang paling mengejutkan adalah web 2.0 di Indonesia belum berkembang, bahkan cenderung memberi implikasi negatif dan cyber porno pun menjadi marak.

Berkaca pada fenomena tersebut, harus dilihat di Indonesia apakah web 2.0 merusak atau mendukung bisnis. Apalagi, dalam web 2.0 dikandung unsur kebebasan berekspresi, pertukaran informasi, inovasi, dan sikap menghormati orang lain. Dengan demikian, untuk perusahaan besar, jika ingin aplikasi web 2.0 berhasil, harus diterapkan pengelolaan budaya supaya lebih responsif terhadap perkembangan perusahaan.

Berkembangkah web 2.0 di Indonesia?

Dalam perkembangan situs BLoG di indonesia, memang relative sedikit sekali penggunanya apalagi penyedia layanan situs. tak hanya itu saja yag menjadi permasalahan, daya minat user di indonesia terhadap situs yang berbau Teknologi dan informasi masih kurang apalagi yang sifatnya komersial. kalau menurut analisis saya kebanyakan penggu internet indonesia menyukai yang sifatnya intertainment seperti chatting, lihat film, frienster dan masih banyak contoh ainya yang tidak bisa saya paparkan disini satu persatu. pada saat ini, kalo saya lihat perkembangan mengenai Web 2.0 milik USA juga akan berkembang pesat d indonesia.karena dalam hal pemakaian dan penyedian fitur-fitur yang ada di web 2.0 sangat baik.akan tetapi kita untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas suau produk kita juga memerluka keterkaitan bekerjasama dengan situs lain yang boleh dikatakan sudah sukses dan mencapai target yang diharapkan selain itu kita harus juga mempunyai banyak relasi. dengan adanya relasi itu kita bisa bertukar pikiran untuk mengatasi segal kendala yang permasalahn kita. kita memerlukan beberapa hal yang harus kita perbaiki sebagai acuan dasar meningkatkan untuk kualitas dan produktifias terutama Developer (pembuat dan dan pemelihara situs yang bersangkutan), investor (penanam modal), advertiser(pemasang iklan) kalo sendainya diantara salah satu ketiga itu terlepas darinya (tidak ada) maka siklus perjalanan bisnis kita kemungnan besar tidak akn berjalan dengan baik. yang mejadi pertanyaan :

Mengapa web 2.0 tidak dapat berkebang di indonesia?
untuk menjawab pertanyaan diatas saya hanya menggunakan suatu analisa dari saya sendiri, Yaitu:
– karena penguasaaan sumber daya manusia dan teknologi di indonesia masih kurang.
– karena penguasaan megenai Website/dunia jaringan masih sedikit diminati.
– karea Biaya Internet di indonesia tinggi sehingga masih dipertimbangkan
– karena daya saing saing yang ketat dengan negara lain
– karena tidak adanya modal yang cukup untuk memasarkan produk dan masih banyak alasan lain yang tidak saya sebutkan.

Categories: Artikel Islami
%d bloggers like this: