Archive

Archive for June, 2008

Menjaga Kondisi Tubuh

June 30, 2008 2 comments

Kehidupan sekarang ketika menghadapi kondisi lingkungan yang keras dan tidak bersahabat, serta pola hidup yang tidak teratur misalnya pola makan tidak seimbang, kurang berolahraga, polusi, konsumsi obat-obatan, intaian virus dan bakteri. Semuanya merupakan ancaman terhadap kesehatan.

Daya tahan tubuh memerlukan nutrisi lengkap dan seimbang, sehingga tubuh terlindungi, sehat meskipun tinggal di lingkungan yang semakin tidak menyehatkan.

Menjaga nutrisi untuk daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan jalan:

1. Tidak mengkonsumsi makanan sembarangan
2. Menghirup udara segar
3. Menghindari stres
4. Istirahat dengan kualitas yang baik
5. Minum air secukupnya.


Oleh sebab itu agar kondisi tubuh kita tetap vit kita harus bisa menjaga kesehatan dan sering-sering berolahraga. setidaknya 1 minggu sekali. olah raga yang ditawarkan bisa bermacam-macam sesuai dengan yang di inginkan dan di sukai. dan salah satu olah raga yang murah dan tidak sulit adalah dengan membiasakan jalan kaki. dan artikelnya sudah ada di blog saya. silahkan temen-temen bisa baca.

mungkin hanya ini yang bisa di berikan buat temen2 semoga bisa bermanfaat..
sumber:http://peternakan.unpad.ac.id

Categories: Artikel Islami

Pengetahuan Seputar Sikat Gigi

June 30, 2008 1 comment

Ada orang yang menggosok gigi sekali dalam sehari, ada yang lebih dari tiga kali sehari, karena sudah menjadi kebiasaan, satu hari saja tidak gosok gigi mulut rasanya tidak nyaman. Namun kebanyakan orang mungkin malah melalaikan tujuan utama bersikat gigi, yakni membersihkan sisa-sisa makanan di dalam mulut setelah bersantap untuk memelihara kebersihan rongga mulut, sehingga mengurangi terjadinya kerusakan gigi. Salah dalam memilih sikat gigi ataupun cara menggosok gigi, bukan saja kurang berhasil dalam membersihkan rongga mulut, bahkan akan dapat merusak gigi dan struktur di sekitar gigi.

Dokter gigi berpendapat bahwa tujuan paling utama menggosok gigi adalah membersihkan plak pada permukaan gigi, karena plak gigi adalah gembong utama penyebab kerusakan gigi. Plak gigi merupakan substansi yang menempel pada permukaan gigi yang terdiri dari kuman-kuman, sisa-sisa makanan dan jaringan pada mulut yang terlepas. Kuman yang merusak gigi, memanfaatkan sisa-sisa makanan sebagai sumber gizi untuk terus berkembang biak. Kuman ini akan menghasilkan bahan bersifat asam yang perlahan-lahan akan melarutkan kalsium gigi sehingga terjadi pelapukan.

Plak gigi dalam waktu sekitar 18 jam dapat mengeras, mengapur, setelah menjadi karang gigi yang keras dan lengket bukan saja tidak lagi bisa dibersihkan dengan sikat gigi, bahkan dapat merangsang terjadinya pericoronitis pada gusi. Menggosok gigi setiap pagi dan malam, dapat menyingkirkan plak gigi yang masih lunak.
Sewaktu menggosok gigi, utamakan membersihkan bagian permukaan gigi dan lidah, terlebih lagi bagian gigi dekat gusi dan bagian gigitan. Karena plak gigi paling mudah berkumpul pada celah-celah di sekitar gusi, maka pada saat menggosok gigi harus mencakup sedikit bagian gusi agar dapat benar-benar membersihkan permukaan gigi. Asalkan dapat menyingkirkan plak gigi, dengan sendirinya gusi akan menjadi sehat. Sebagian orang memiliki kebiasaan menggosok gigi dengan arah tegak lurus gigi, cara ini tidak dapat membersihkan sisa-sisa makanan yang berada di celah-celah gigi, malah akan dapat mengakibatkan keausan gigi, batang gigi dapat menjadi cekung karena aus digosok. Akibatnya setiap kali menyantap makanan dingin atau panas, atau bahkan berbicara pada cuaca dingin, akan mengakibatkan gigi terasa ngilu tidak nyaman karena masuknya udara dingin ke dalam rongga mulut.

Sikat gigi paling lama dipakai hanya selama dua bulan, jangan menunda menggantinya hanya karena merasa sayang atau ingin berhemat. Karena pada saat tersebut banyak ujung bulu sikat sudah bercabang dan menjadi tajam, bila terus dipergunakan, gigi akan seperti digosok dengan sabut kasar, dapat melukai lapisan enamel. Memilih sikat gigi yang sesuai dan cara menggosok gigi yang benar adalah sama pentingnya. Dalam klinik gigi sering ditemukan pasien yang gigi geraham belakang terpaksa dicabut karena rusak, hal ini diakibatkan oleh pemilihan sikat yang kurang tepat sehingga tak terjangkau pada saat menggosok gigi.

Agar mendapatkan hasil yang baik, harus memanfaatkan peralatan yang sesuai. Memilih sikat gigi yang sesuai, sangat mempengaruhi hasil pembersihan rongga mulut. Sikat gigi yang dipasarkan sangat banyak ragamnya, merek yang bebeda bervariasi pada ukuran, desain, kekerasan, panjang bulu maupun keadaan pengaturan bulu sikat. Dalam memilih sikat gigi ada tiga hal penting yang harus diperhatikan:

1. Kepala sikat hendaknya berukuran agak kecil, pada saat menggosok gigi biasanya gigi bagian belakang ada yang sulit dijangkau, sikat yang kepalanya agak kecil akan lebih leluasa bergerak dalam rongga mulut sehingga lebih mudah dalam membersihkan setiap butir gigi.

2. Bulu sikat hendaknya lunak, bulu sikat yang lunak tidak melukai gigi dan gusi. Masyarakat umum dan para penderita periodontitis ringan lebih baik memilih sikat dengan ujung bulu sikat berbentuk bulat agar tidak mudah melukai gigi dan gusi.

3. Berkas bulu sikat, untuk mencegah berkembang biaknya kuman pada sikat yang basah, pilihlah sikat yang bulunya tidak lebat, sikat gigi yang baik terdiri dari tiga baris dan tiap barisnya enam berkas. Bulu sikat yang terlalu lebat tidak mudah kering, pada saat dipakai ulang dapat membawa kuman kembali ke rongga mulut, sehingga manfaat gosok gigi akan sangat berkurang. Jarak antar berkas bulu sikat perlu agak berjauhan, tidak terlalu rapat.
Pendek kata, pilihlah sikat gigi sesuai dengan kondisi rongga mulut anda sendiri, gosoklah gigi dengan metode yang tepat, agar dapat memastikan kebersihan rongga mulut dan mengurangi kerusakan gigi. Yang perlu diperhatikan lagi adalah, setelah menggosok gigi letakkan sikat gigi dengan bulu sikat menghadap keatas, biarkan bulu sikat mengering, hal ini akan mengurangi kontaminasi organisme dan merupakan tindakan yang tidak boleh diabaikan dalam menjaga kesehatan rongga mulut.
(drg. Chen Guofeng/The Epoch Times/prm)(Erabaru.or.id) –

Categories: Artikel Islami

Profesionalisme Tinggi

June 30, 2008 Comments off

Berita yang gencar dilancarkan oleh media massa tentang sejumlah bupati dan wali kota yang divonis penjara sedikit banyak membuat kita terhenyak. Kaget karena para pejabat itu tega-teganya menilep duit rakyat. Kaget karena kasus korupsi banyak yang selama ini tak tertangani. Buktinya, mereka bisa diadili sekarang. Kaget karena akhirnya pemerintah berani mengambil tindakan tegas. ”Ternyata bisa juga ya,” begitu kita berpikir.

Namun, ada efek psikologis yang menghantui masyarakat. Sekarang banyak orang takut berbuat sesuatu karena khawatir dikatakan korupsi. Orang takut melangkah karena khawatir dibawa ke Gedung Bundar (Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta). Orang takut dicap tidak berbuat baik. Takut dicap korupsi. Ada contoh kecil yang saya alami di sebuah kantor pemerintahan. Ketika ditawari pelatihan mereka menolak karena takut dituduh menghambur-hamburkan uang. Yang harus kita lakukan bersama sekarang adalah bagaimana berbuat baik tapi tidak ketakutan. Sebenarnya itu semua tak perlu terjadi seandainya kita berbuat proporsional.


Memasuki 2007 saya ingin mengajak kita semua menata kembali kehidupan kita yang terkait dengan orang banyak. Bagaimana kita lebih taat berakhlak dengan baik. Akhlak yang baik itu tidak hanya dilakukan oleh individu-individu tertentu, kelompok, dan juga pemerintah. Kalau sekarang marak lagi kerusuhan, demo, itu pertanda ke-PR-an kita belum terlaksana dengan baik. Intinya memang bagaimana mem-public relations (PR)-kan kita sendiri. Kalau itu bisa dilakukan, dan berhasil dengan baik, maka akan menjadi seperti virus yang menyebar ke mana-mana. Pesan saya, kita harus menyikapi situasi ini dengan membangun budaya yang nyaman. Kalau kita tak berbuat salah kenapa takut berbuat baik? Sekali lagi, intinya adalah berbuat dengan nurani. Sebab, bagaimana bisa melangkah kalau menghadapi ketakutan?

Untuk itu kita hendaknya mengupayakan profesionalisme, keikhlasan yang tinggi terhadap lingkungan kita, sopan-santun, ramah, tegar menghadapi apa pun, dan tidak terpancing untuk destruktif. Ini dapat disingkat menjadi PRIMA (profesional, ramah, ikhlas, mutu, dan antusias). Bersikap profesional untuk mengasah diri menjadi lebih disiplin, bahkan bertanggung jawab terhadap ligkungan, memberi keteladanan melalui diri sendiri, insya Allah akan diikuti orang lain. Dalam bersosialisasi dengan orang lain, jangan pernah merugikan orang lain. Baik itu antarperusahaan, perusahaan dengan karyawan, perusahaan dengan relasi lain, dan antarsesama.

Kalau tidak profesional, bagaimana kita mendapat kepercayaan dari orang lain? Sebab, dalam hidup ini yang penting bagaimana menghargai orang lain dan menempatkan orang lain pada posisi sehormat mungkin. Lakukan apa yang ingin orang lakukan pada Anda. Kalau tidak ingin dicubit, jangan mencubit dulu. Kalau tidak ingin disakiti orang lain, jangan memulai dengan menyakiti orang. Selamat Tahun Baru 2007!

Sumber: Profesionalisme Tinggi oleh Mien R. Uno, Lembaga Pendidikan DUTA BANGSA Empower Yourself (www.resensi.net)

Categories: Artikel Islami

Meluruskan Salah Kaprah Tentang Hacker

June 29, 2008 2 comments

Ajari saya meng-hack server orang dong mas, saya pingin menjadi hacker nih (Joko, Semarang)

Ini termasuk pertanyaan yang sering masuk ke mailbox dan window YM saya. Dalam beberapa tahun ini terminologi hacking memang menjulang. Buku yang “tipis”, “instan” dan menggunakan judul “hacking” menjadi syarat baru penulisan buku-buku populer di Indonesia. Ini adalah permainan berbahaya dari para penerbit (yang diamini penulis) karena kerusakannya bisa sampai ke generasi muda kita. Membuat semakin kentalnya budaya bahwa ilmu pengetahuan bisa didapat dengan cara cepat, instan, bahkan cukup dengan modal buku setebal 20-50 halaman. Yang pasti hacker bukanlah craker, hacker membangun sesuatu sedangkan cracker merusaknya. Mari kita kupas tentang hakekat hacker dan hacking activities ini.

Sebagian besar literatur menyebut bahwa istilah dan budaya hacker pertama kali digunakan pada tahun 1961 ketika MIT mendapat kesempatan menikmati mesin PDP-1. Komputer pertama produksi DEC ini menjadi mainan favorit mahasiswa MIT khususnya yang tergabung di Tech Model Railroad Club. Mereka membuat alat-alat pemrograman, membuat banyak program, mengembangkan etika, jargon dan bahkan ngoprek PDP-1 sehingga menjadi mesin video-game generasi awal. Budaya inilah yang kemudian terkenal menjadi budaya hacker yang sebenarnya. Para hacker di Tech Model Railroad Club menjadi tim inti laboratorium penelitian Artificial Intelligence (AI) MIT yang menjadi pioneer dalam penelitian AI di dunia sampai saat ini.

Project ARPAnet yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika tak lepas dari campur tangan para hacker MIT ini. ARPAnet lah yang menyatukan budaya hacker dari berbagai “suku”, misalnya dari Standford University dan Carnegie Mellon University (CMU). Para hacker MIT bahkan akhirnya berhasil mengembangkan sistem operasi sendiri bernama ITS (Incompatible Time-Sharing System) yang legendaris, menggantikan TOPS-10 sistem operasi standard yang diproduksi oleh DEC untuk PDP-10. ITS awalnya dibangun dengan assembler, tapi kemudian diubah ke dalam bahasa LISP, bahasa pemrograman functional yang dekat dengan dunia Artificial Intelligence.

Kreasi lain dari para hacker MIT yang cukup legendaris adalah Emacs (karya Richard Stallman), editor favorit yang tetap dipakai oleh banyak programmer mesin unix sampai saat ini. Saya mengenal pertama kali Emacs ketika masuk kampus di Saitama University tahun 1995, saya gunakan untuk menulis semua laporan kuliah saya, membaca email, browsing web, membaca newsgroup dan bahkan Emacs jugalah yang saya gunakan untuk membangun IlmuKomputer.Com generasi awal. Selain hacker dari MIT, para hacker Stanford University dan CMU juga tidak mau kalah, mereka bahkan berhasil mengembangkan aplikasi bersekala besar berupa expert system dan robot industri.

Hacker dari Bell Labs bernama Ken Thomson yang dibantu oleh hacker lain bernama Dennis Ritchie dengan bahasa C-nya mengembangkan sistem operasi Unix. Kolaborasi Thomson dan Ritchie adalah kekuatan yang sangat fenomenal, karena mesin Unix dan bahasa C adalah formula manjur pengembangan sistem operasi Unix dari varian manapun sampai saat ini (BSD maupun System V dimana Linux termasuk didalamnya). Perlu dicatat juga bahwa pada tahun 1982, para hacker dari Stanford dan Berkeley yang dipimpin William (Bill) Joy mendirikan satu perusahaan bernama Sun Microsystem.
Era 1984 dimulainya berbagai episode cracking yang cepat terkenal karena diangkat oleh pers dan para jurnalis. Para jurnalis mulai keliru menyebut kejahatan komputer dan penyimpangannya sebagai sebuah “hacking activities” dimana pelakuknya disebut dengan hacker.

Hacker yang sebenarnya adalah seperti Richard Stallman yang berjuang dengan Free Software Foundation dan puluhan tahun bermimpi membangun sistem operasi bebas bernama HURD. Linux Torvald juga adalah seorang hacker sejati karena tetap komitmen dengan pengembangan kernel Linuxnya sampai sekarang. Kontributor dalam pengembangan Linux dan software open source lain juga adalah para hacker-hacker sejati.
Pelaku carding (penyalahgunaan kartu kredit), phreaking, dan defacing bukanlah hacker tapi mereka adalah cracker. Ungkapan legendaris dari Eric S Raymond dalam tulisan berjudul how to become a hacker, “hacker membangun banyak hal dan cracker merusaknya“. Hacker sejati adalah seorang programmer yang baik. Sesuatu yang sangat bodoh apabila ada orang atau kelompok yang mengklaim dirinya hacker tapi sama sekali tidak mengerti bagaimana membuat program. Sifat penting seorang hacker adalah senang berbagi, bukan berbagi tool exploit, tapi berbagi ilmu pengetahuan. Hacker sejati adalah seorang penulis yang mampu memahami dan menulis artikel dalam bahasa Ibu dan bahasa Inggris dengan baik. Hacker adalah seorang nerd yang memiliki sikap (attitude) dasar yang baik, yang mau menghormati orang lain, menghormati orang yang menolongnya, dan menghormati orang yang telah memberinya ilmu, sarana atau peluang.
Bukanlah sifat seorang hacker apabila diberi kepercayaan memegang administrasi di sebuah server malah memanfaatkannya untuk kegiatan cracking. Atau bahkan kemudian menyerang dan menghancurkan server dari dalam ditambahi dengan memberi ejekan kepada pemilik server yang telah memberinya kesempatan. Dengan terpaksa saya sampaikan, sayapun pernah mengalaminya. Selama ini saya selalu mendukung movement anak-anak muda di dunia maya, saya senang dengan semangat mereka. Ratusan komunitas saya beri domain dan hosting gratis sebagai reward perdjoeangan mereka karena mau sharing knowledge ke teman-teman lain di tanah air. Sayangnya ada cracker yang mengaku hacker (meski tidak memiliki attitude sebagai hacker) yang mempermainkan peluang ini. Setelah puas membuat satu dedicated server yang berisi ratusan situs komunitas lain di-shutdown perusahaan penyedia server karena kegiatan phreaking yang dia lakukan, masih sempatnya mengumpat saya dengan sebutan-sebutan yang tidak manusiawi. Apakah saya kapok? Tidak Saya akan tetap memberi kepercayaan, dukungan server dan domain gratis bagi aktifis-aktifis dunia maya.

Hacker bukanlah orang dengan nickname, screenname atau handlename yang lucu, konyol dan bodoh. Eric S Raymond menyebut bahwa menyembunyikan nama, sebenarnya hanyalah sebuah kenakalan, perilaku konyol yang menjadi ciri para cracker, warez d00dz dan para pecundang yang tidak berani bertanggungjawab atas perbuatannya. Hacker adalah sebuah reputasi, mereka bangga dengan pekerjaan yang dilakukan dan ingin pekerjaan itu diasosiasikan dengan nama mereka yang sebenarnya. Hacker tidaklah harus orang komputer, karena konsep hacking adalah para pembelajar sejati, orang yang penuh antusias terhadap pekerjaannya dan tidak pernah menyerah karena gagal. Dan para hacker bisa muncul di bidang elektronika, mesin, arsitektur, ekonomi, politik, dsb.

Meluruskan pemahaman masalah hacker adalah proyek penyelamatan generasi dan perbaikan bangsa. Dan ini bisa dimulai dengan memperbaiki kurikulum pendidikan kita sehingga mampu mendidik mahasiswa kita menjadi hacker sejati. Dan marilah kita bersama-sama berdjoeang supaya menjadi hacker yang bisa memberi manfaat dan yang bisa memperbaiki republik ini dari keterpurukan.

Tetap dalam perdjoeangan!
sumber:http://romisatriawahono.net

Categories: Artikel Islami

Beberapa Kesalahan di dalam Masjid

June 29, 2008 Comments off

Masjid adalah tempat pembinaan umat yang sangat penting. Di tempat yang mulia ini ada adab-adab yang perlu diperhatikan ketika kita berhubungan dengan masjid, namun banyak kaum muslimin yang melalaikan adab-adab tersebut padahal mereka berada di rumah-rumah milik Allah. Di sini insya Allah akan sedikit dibahas beberapa kesalahan yang paling sering terjadi.

Memakai Pakaian yang Tidak Bagus Ketika Shalat

Kaum Muslimin yang semoga dirahmati Allah ta’ala, Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk sekedar memakai pakaian yang menutup aurat, akan tetapi memerintahkan kita pula untuk memperbagus pakaian apalagi ketika ke masjid. Allah berfirman, “Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al A’raf [7]: 31). Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam kitab tafsirnya bahwa dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa kita disunnahkan berhias ketika shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat dan hari raya. Dan termasuk perhiasan adalah siwak dan parfum.
Namun sekarang banyak kita jumpai kaum muslimin yang ketika pergi ke masjid hanya mengenakan pakaian seadanya padahal ia memiliki pakaian yang bagus. Bahkan tidak sedikit yang mengenakan pakaian yang penuh gambar atau berisi tulisan-tulisan jahil. Akibatnya, mau tidak mau orang yang ada di belakangnya akan melihat dan membaca sehingga rusaklah konsentrasinya.

Tidak Meluruskan Shaf dan Enggan di Shaf Pertama

Di banyak masjid, kerapian, kelurusan dan kerapatannya shaf shalat berjamaah sering kali diabaikan. Padahal shaf yang tidak rapat akan mengganggu ketenangan shalat. Rasulullah bersabda, “Luruskanlah shafmu atau Allah akan menaruh permusuhan dan kemarahan dalam hati kalian.” (HR. Muslim). Sahabat Nu’man bin basyir radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami melihat salah satu di antara kami menyentuhkan pundaknya dengan pundak temannya.” Bahkan Imam Bukhari dalam kitab shahihnya beliau membuat satu judul bab, “Bab hendaknya pundak menyentuh pundak dan kaki menyentuh kaki dalam pengaturan shaf.”

Selain itu, kadang seseorang malas berada di shaf pertama dan lebih suka berada di shaf belakang. Bahkan ia malah mempersilakan orang lain mengisi shaf pertama sementara ia sendiri ada di belakang. Rasulullah bersabda, “Andaikan manusia tahu betapa besar pahala orang yang menjawab azan dan shaf yang pertama, lalu ia tidak mendapatkannya kecuali dengan undian tentu ia akan mengikutinya.” (HR. Bukhari)

Berjalan Tergesa-gesa dan Tidak Segera Shalat Bersama Imam Ketika Masbuk

Seorang yang khawatir ketinggalan shalat (masbuk) hendaklah tetap berjalan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa apalagi sampai berlari untuk menuju ke masjid. Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengarkan iqomat, hendaklah berjalan untuk shalat. Wajib bagimu untuk mendatanginya dengan tenang dan janganlah lari terburu-buru. Apa yang kalian dapati bersama imam maka kerjakanlah dan yang kurang sempurnakanlah.” (HR. Bukhari)

Kadang ada makmum masbuk yang ketika mendapati imam yang sedang sujud tidak segera takbirotul ihrom dan sujud, tetapi justru menunggu sampai imam berdiri. Perbuatan ini bertentangan dengan sunnah, berdasarkan hadis di atas dan hadits: “Sesungguhnya imam itu dijadikan panutan, jika ia bertakbir maka bertakbirlah, jika ia sujud maka bersujudlah dan jika ia bangun maka bangunlah.” (HR. Muslim)

Jual Beli Dalam Masjid

Jual beli di dalam masjid hukumnya haram, berdasarkan hadits: “Apabila kalian melihat orang menjual atau membeli barang dalam masjid maka katakan kepadanya: “semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu.” (HR. Tirmidzi). Hadits ini juga memerintahkan kita yang melihatnya untuk mengatakan: ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual-belimu’ sebagai teguran dalam bentuk doa, karena memang masjid dibangun bukan untuk jual beli.

Wallohu a’lam bish showab.

Penulis: Johan Lil Muttaqin
Artikel http://www.muslim.or.id

Categories: Artikel Islami

Ketika Wanita Menggoda

June 29, 2008 Comments off

Allah ta’ala telah menganugerahkan kepada kaum wanita keindahan yang membuat kaum lelaki tertarik kepada mereka. Namun syariat yang suci ini tidak memperkenankan keindahan itu diobral seperti layaknya barang dagangan di etalase atau di emperan toko. Tapi kenyataan yang kita jumpai sekarang ini wanita justru menjadi sumber fitnah bagi laki-laki. Di jalan-jalan, di acara TV atau di VCD para wanita mengumbar aurat seenaknya bak kontes kecantikan yang melombakan keindahan tubuh, sehingga seolah-olah tidak ada siksa dan tidak kenal apa itu dosa. Benarlah sabda Rasulullah yang mulia dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, di mana beliau bersabda, “Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih besar bagi kaum lelaki daripada wanita.” (HR. Bukhari Muslim)

Ya, begitulah realitasnya, wanita menjadi sumber godaan yang telah banyak membuat lelaki bertekuk lutut dan terbenam dalam lumpur yang dibuat oleh syaitan untuk menenggelamkannya. Usaha-usaha untuk menggoda bisa secara halus, baik disadari maupun tidak, secara terang-terangan maupun berkedok seni. Tengoklah kisah Nabi Allah Yusuf ‘alaihis salam tatkala istri pembesar Mesir secara terang-terangan menggoda Beliau untuk diajak melakukan tindakan tidak pantas. Nabi Yusuf pun menolak dan berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.” (QS. Yusuf: 23)

Muhammad bin Ishaq menceritakan, As-Sirri pernah lewat di sebuah jalan di kota Mesir. Karena tahu dirinya menarik, wanita ini berkata, “Aku akan menggoda lelaki ini.” Maka wanita itu membuka wajahnya dan memperlihatkan dirinya di hadapan As-Sirri. Beliau lantas bertanya, “Ada apa denganmu?” Wanita itu berkata, “Maukah anda merasakan kasur yang empuk dan kehidupan yang nikmat?” Beliau malah kemudian melantunkan syair,”Berapa banyak pencandu kemaksiatan yang mereguk kenikmatan dari wanita-wanita itu, namun akhirnya ia mati meninggalkan mereka untuk merasakan siksa yang nyata. Mereka menikmati kemaksiatan yang hanya sesaat, untuk merasakan bekas-bekasnya yang tak kunjung sirna. Wahai kejahatan, sesungguhnya Allah melihat dan mendengar hamba-Nya, dengan kehendak Dia pulalah kemaksiatan itu tertutupi jua.” (Roudhotul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin, karya Ibnul Qayyim)

Perhatikanlah bagaimana Rasulullah telah mewanti-wanti kepada kita sekalian lewat sabda beliau, “Hati-hatilah pada dunia dan hati-hatilah pada wanita karena fitnah pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita.” (HR. Muslim) Kini, di era globalisasi, ketika arus informasi begitu deras mengalir, godaan begitu gampang masuk ke rumah-rumah kita. Cukup dengan membuka surat kabar dan majalah, atau dengan mengklik tombol remote control, godaan pun hadir di tengah-tengah kita tanpa permisi, menampilkan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok memamerkan aurat yang semestinya dijaga.

Lalu, sebagian muslimah ikut-ikutan terbawa oleh propaganda gaya hidup seperti ini. Pakaian kehormatan dilepas, diganti dengan pakaian-pakaian ketat yang membentuk lekuk tubuh, tanpa merasa risih. Godaan pun semakin kencang menerpa, dan pergaulan bebas menjadi hal biasa. Maka, kita perlu merenungkan dua bait syair yang diucapkan oleh Sufyan Ats-Tsauri: “Kelezatan-kelezatan yang didapati seseorang dari yang haram, toh akan hilang juga, yang tinggal hanyalah aib dan kehinaan, segala kejahatan akan meninggalkan bekas-bekas buruk, sungguh tak ada kebaikan dalam kelezatan yang berakhir dengan siksaan dalam neraka.”

Seorang ulama yang masyhur, Ibnul Qayyim pun memberikan nasihat yang sangat berharga: “Allah Subhanahu wa ta’ala telah menjadikan mata itu sebagai cerminan hati. Apabila seorang hamba telah mampu meredam pandangan matanya, berarti hatinya telah mampu meredam gejolak syahwat dan ambisinya. Apabila matanya jelalatan, hatinya juga akan liar mengumbar syahwat…”

Wallahul Musta’an.
***
Penulis: Abu Harun Aminuddin
Artikel http://www.muslim.or.id

Categories: Artikel Islami

Backlink 101, Day 1 : Always Begin with the Basics

June 28, 2008 Comments off

In search engine optimization, “off page” factors have become more and more important as they relate to rankings. In particular, solid link popularity can literally make or break a site with the search engines.

Before we go any further, what is “link popularity”?

In very simplistic terms, link popularity refers to the number and quality of the incoming links that are pointing to your site. These other sites consider your site important enough to link to. So, in the engine’s view, your site is considered important as well. What is meant by “link popularity” can get much more complex, which will be discussed further in this topic series.

However, one of the most difficult areas of SEO is building link popularity. Why?

Because the engines don’t want “artificially created” (or useless) links, so there are no easy ways to build link popularity. The days of link farms and huge link exchange programs are over. Try those strategies now and you can easily find yourself booted out of an engine.

Rather, the engines want links from authoritative sites, or links from sites that share the same focus as your site.

But besides the link popularity you gain by getting an authoritative site to link to you, you also gain additional visibility for your Web site. So, when working on building link popularity, don’t forget those two basic reasons for requesting links.

Direct Email Exchange Request

This is by far the oldest and best-known method of improving link popularity. Basically you email or contact the Webmaster of a site that is complementary but generally not competitive to your own. You ask them to link to your site while outlining the benefits of doing so. You would generally offer to link back to them in exchange for this courtesy. Be sure you have developed genuine content on your Web site of interest to the trading partner. Explain the advantages to them and to their visitors by providing a link to your content. Tell them where the link on your site will be or set the link up in advance with the stipulation that you’ll be glad to leave it there if they’ll add a link to you in kind. Take the time to look over their site and then suggest where a link to you might be appropriate. Most importantly, personalize your emails! You must distinguish yourself from all the spam they receive daily. If the link is particularly important to you, call them personally or write them a letter or send a fax to show them you’re serious.
(Brent Winters of First Place Software)

Here’s the simple means to find those good links :

Categories: Artikel Islami