Home > Akhlaq & Nasehat > Apakah ada amalan-amalan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan?

Apakah ada amalan-amalan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan?

August 17, 2009

Apakah ada amalan-amalan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan?

Langsung saja kami bawakan terlebih dahulu penjelasan dr Syaikh Ibnu Baz, pernah menjabat sebagai ketua komisi fatwa Lajnah Ad Daimah di Saudi Arabia. Berikut fatwa beliau.

Aku tidak mengetahui ada amalan tertentu untuk menyambut bulan Ramadhan selain seorang muslim menyambutnya dengan bergembira, senang dan penuh suka cita serta bersyukur kepada Allah karena sudah berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Semoga Allah memberi taufik dan menjadikan kita termasuk orang yang menghidupkan Ramadhan dengan berlomba-lomba dalam melakukan amalan shalih.
Berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan sungguh merupakan nikmat besar dari Allah. OIeh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini. Beliau menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan dan janji-janji indah berupa pahala yang melimpah bagi orang yang berpuasa dan menghidupkannya.
Disyariatkan bagi seorang muslim untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya) , mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni.” [Pertanyaan di Majalah Ad Da’wah, 1284, 5/11/1411 H. Sumber : Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 15/9-10]

***

Demikian penjelasan dari Syaikh Ibnu Baz -rahimahullah- . Dari penjelasan singkat di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa tidak ada amalan-amalan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan selain bergembira dalam menyambutnya, melakukan taubat nashuhah, dan melakukan persiapan untuk berpuasa serta bertekad menghidupkan bulan tersebut.

Oleh karena itu, tidaklah tepat ada yang meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk nyadran atau nyekar. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.

Juga tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!

Begitu pula tidaklah tepat menjelang Ramadhan dikhususkan untuk saling maaf memaafkan melalui ucapan langsung, SMS, email dan lain sebagainya. Kita boleh saja maaf memaafkan, namun setiap saat dan bukan dikhususkan hanya pada waktu menjelang Ramadhan. Jika seseorang mengkhususkan untuk menyambut bulan Ramadhan, ini adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam ajaran Islam. Dan tidak ada satu pun dalil dari Al Quran maupun hadits yang menganjurkan hal ini.

Semoga dengan bertambahnya ilmu, kita semakin baik dalam beramal. Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat, memberikan kita rizki yang thoyib dan memberi kita petunjuk untuk beramal sesuai tuntunan.
Semoga bermanfaat.

Semoga ramadhan kita lebih bermakna.
Letak Kebahagiaan adalah di Hati — Muhammad Abduh Tuasikal (http://rumaysho.com)

Categories: Akhlaq & Nasehat
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: